Postingan

Kudapan Nakal

Gambar
Akhir Maret 2018 yang lalu merupakan hari yang ku nantikan. Kok bisa? Karena pada hari tersebut teman dekat ku yang tinggal di Surabaya akan mengunjungi ku di Jakarta. Kami sudah mempersiapkan pertemuan ini jauh-jauh hari. Dia memesan tiket kereta dari Surabaya-Jakarta sejak bulan Januari lalu. Niat banget ya! Memang harus begitu, harus cepat. Jika tidak, maka tiket pun akan habis mengingat akhir Maret tersebut adalah long weekend . Jadi untuk mengantisipasi kehabisan tiket, teman ku memesannya jauh-jauh hari.    Hari kedatangan pun tiba, aku menjemputnya di stasiun Pasar Senen dan mengantarkannya ke penginapan yang telah dia booking terlebih dahulu sebelum berangkat Jakarta. Setelah meletakkan barang-barang bawaan, kami pergi mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta Selatan. Tujuan kami kesini hanya sekedar untuk nonton dan makan-makan. Berhubung kami sudah lama tidak bertemu, jadi momen yang pas untuk mengobrol-ngobrol manjahh yang paling tepat ...

DIAM

Gambar
Karakter manusia dalam berpendapat di dunia ini berbeda-beda. Ada pendapat mereka yang disampaikan secara keras, kasar, lemah-lembut, ramah, masa bodoh dan   lain sebagainya. Anda tinggal memilih hendak ke kategori mana yang anda inginkan. Mau jadi orang yang berpendapat baik atau buruk. Yeah...that’s your choise ! Tapi balik lagi dari efek pilihan anda tersebut bagi orang-orang disekitar anda. Misalnya anda memilih untuk menjadi buruk, efeknya akan merugikan anda dan orang-orang disekitar anda, sebaliknya jika anda memilih menjadi baik, anda juga akan merasakan efek yang positif. Terkadang ada orang yang lebih memilih untuk banyak diam daripada bicara atau mengeluarkan pendapat mereka. Hal itu dlakukan agar tidak memancing keributan atau sekedar untuk menenangkan diri sendiri. Padahal di dalam otak dan hati mereka sangat ingin untuk berbicara mengeluarkan pendapat mereka. Tindakan ini bisa dikatakan bijak jika dilakukan dengan situasi yang tepat dan bisa juga diangg...

Pahit Manis Skripsi

Gambar
‘Mohon bersabar... mohon bersabar... ini ujian. Hidup itu perjuangan, hidup itu perjuangan’. Kalimat diatas merupakan kalimat yang sering aku dengar ketika jemari ini dengan lincah menggeser-geser laman timeline sosial media pada layar sentuh handphone . Suara laki-laki yang dengan lantang menyebutkan kalimat tersebut kepada seseorang yang kabarnya ditinggal menikah oleh mantannya. Suara itu diucapkan (mungkin) oleh bapak penghulu kepada mantan si perempuan yang datang disaat pesta pernikahan. Begitulah asal usul dari kalimat tersebut hingga menjadi viral di sosial media. Memang, hidup itu butuh perjuangan. Tidak ada sesuatu yang instan di dunia ini. Semuanya butuh proses dan usaha yang maksimal untuk mendapatkan sesuatu hal yang maksimal pula. Kisah ku berbeda dengan latar belakang cuplikan ucapan penghulu diatas. Akan tetapi ucapan dari penghulu tersebut menjadi pengantar aku dalam menulis cerita ini. Bersabar, ya kita memang harus bisa bersabar dalam segala situasi. Hidup itu p...

Mendekat Untuk Lenyap

Gambar
Seperti batuk, suatu rasa bisa menahun juga. Diam disitu, jangan biarkan semesta tau. Sudah lama kau berdiri di pintu, masuklah. Kenapa kau enggan? Oh ku tau, aku tak berhak. Aku tau kau berpikir berat ketika akan memasuki rumahku, oleh karena itu kau lebih memilih berdiri sebentar di depan pintu kemudian melangkah jauh. Hanya ku perhatikan saja dari sudut jendela gerak-gerik mu ketika akan masuk. Tampaknya kau ragu, terlihat jelas di wajahmu. Pada awalnya kau bermain-main di halaman di depan rumahku. Kau tanam bibit bunga yang kemudian tumbuh menjalar hingga menjuntai di pagar rumahku. Setiap hari kau sirami bunga itu sembari tersenyum manis memandangi bunga-bunga yang tumbuh subur. Sesekali kau beri pupuk agar bunga itu bisa mekar dengan sempurna, katamu. Bunga yang kau tanam kini telah mencapai puncak pertumbuhannya, sehingga halaman rumahku penuh dengan warna warni bunga yang tumbuh bermekaran.  Hingga suatu hari kau tidak datang menyirami bunga di halamanku lagi....